Tak sesuci yang kau kira
Tak sedekat yang kau sangka
Kulit tak dapat mengeksplorasi isi
Cukup khusnudhon sangkaan tak akan terbebani
Intensitasmu membawa ke arah angkuhmu
Kedekatanmu membuat “rasa” itu berubah jadi “merasa”
Angkuhmu menutupi etika kesopanan terhadap mereka yang jauh
Sikapmu membuat yang jauh menjadi rendah dihadapanmu
Tak begitu berpengaruh pada sang kekasih hati
Tidak ada masalah yang menjadi “sesuatu”
Semua sederhana, mengalir begitu saja tak ada yang penting-penting amat
Rumit jadi sederhana, tidak ada sesuatu yang begitu serius
Apakah dekat dengan kekasih ada jaminan masuk syurga?
Tingkah laku aneh sang kekasih tak sanggup diterjemahkan
Semua tentang kekasih hati ditelan mentah-mentah
Kedekatannya membuat mata jadi buta, telinga tak sanggup mendengar
Akalmu tak sehat lagi, kamu mabuk, kamu sudah gila
Tak bisa mencapainya bahkan tak dapat mengunyah
Ada yang harus difilter tapi kamu tidak sanggup mengambil sikap
Takut dengan kutukan sang kekasih hati
Patuhmu menjerumuskanmu
Kritismu hilang tersapu sikap kultusmu
Akal sehatmu tergadai, jernihmu tercampur racun yang siap mencekikmu
“Merasa” berbanding lurus dengan “fatamorgana”
Ada tapi tak ada….
Tak sekedar hanya dekat
Dekat ternyata sebuah modal yang tak akan bisa mencukupi
Walaupun ada nilai hikmah syafa’at di sana
Jika syarat tak terpenuhi dekat hanyalah sekedar jarak tak memiliki nilai
Nun jauh di sana sesosok pengagum tak sanggup mendekat
Kekasih hati yang selalu dirindu, diucapkan setiap detik dalam detak jantungnya
Hilang kepercayaan pada dirinya, rasa bersalah dengan lumuran dosa yang mengepung
Membuat tak berdaya mendekat kekasihnya bahkan hanya sekedar untuk menatap
Lidah terasa kelu tak sanggup menyampaikan perasaan cintanya
Gemetar seluruh tubuhnya
keringat dingin bercucuran bahkan dada terasa bergemuruh
mendendangkan lagu tanpa syair, melantunkan bait puisi yang tak tertoreh
Adakah nilai kepantasan untuk bersanding dengan kekasih hati
Masihkan relevan ujaran kata tak beraturan merangkai asa
Sanggupkah kekasih hati menguliti rindu tak terperi yang ada dalam relung hati
Atau mungkin malah tak nampak karena tertutup oleh keagunganNya
Bongkahan asa yang hancur karena lumuran dosa
Berharap ada dzarroh tersisa di dalam leburan
Semua hanya ilusiku, semua hanya ekspetasiku, semua hanya anganku
Aku sadar bahwa semuanya bukan wilayahku
Namun wilayahMu ya Rabbi…
Dekatkan aku dengan kekasihku ya Robbi
Sang pembuka cakrawala kehidupan, sang penumbang arca-arca jahiliyah
Rasulullah Sollallahu alaihi wasallam
Salam rindu buatmu ya Muhammad kekasih hatiku.
By Mohamad Gozali
Komentar
Posting Komentar