Langsung ke konten utama

Semarang Selalu Terkenang

 


Sirine mengaung aung memekakan telinga menerobos lampu merah di jalanan yang begitu padat lalu lalang pengguna jalan pulang dari pekerjaannya.

Sore itu semburat orange nampak menipis dari arah barat, mentari hanya sebatas kenangan dan datanglah suasana malam

Adzan Maghrib berkumandang menyeru bagi mereka yang butuh ridho Allah.

Wajah cantik seorang muslimah terlihat begitu gusar berdiri di halte menunggu bus Trans Jateng.

Waktu bergulir begitu cepat Maghrib pun hilang berganti malam.

Suasana kota Semarang malam itu bertabur sinar lampu merkuri terlihat menawan semenawan Naila sang gadis muslimah yang tidak kebagian bus kota.

Dari arah kafe dekat halte ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Naila yang nampak mondar mandir kebingungan karena kemalaman di jalan.

Tergerak hati sang pemuda menyambangi gadis muslimah, sekedar bertanya, dan menawarkan tumpangan.

Curiga merangsak hati Naila untuk menolak tawaran sang pemuda yang berkalung salib itu.

Walau begitu sang pemuda tak patah arang, dia menemani Naila sambil berbincang sesekali menawarkan untuk mengatar pulang ke rumah.

Perbedaan keyakinan bukan alasan Naila menolak ajakan sang pemuda itu, namun waspada terhadap orang yang baru dikenal menjadikan Naila menolak ajakan sang pemuda.

Malam semakin larut, namum pemuda itu tak bergeming, memang tak ada tanda kalau pemuda itu ingin berbuat jahat, sikapnya sangat menghormati dan menghargai wanita.

Mobil pajero spot terlihat melaju membelah jalan tool Semarang Bawen, sang pemuda berhasil membujuk Naila menerima tawarannya, walau ada sarat yang harus dipenuhi.

Sepanjang jalan mereka bercengkrama dengan renyahnya, suasana akrabpun mulai terbangun. Tak terasa mereka sampai tujuan di rumah Naila.

Naila menawarkan kepada sang pemuda untuk singgah sebentar, namun pemuda itu menolak dengan halus dan melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Semarang.

Di dalam kamar Naila sempat memikirkan kejadian barusan ada kesan yang tak bisa dilupakan tersembunyi dalam lubuk hati dan tertutupi oleh batas akidah dan keyakinan yang berbeda, namun ada perasaan simpatik yang tumbuh di hati Naila. Akankah berlanjut dan dipertemukan Allah kembali?

Wallahu ‘alam

 

By Mohamad Gozali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buah dari Kepatuhan

"Gemes juga, penginnya nich kalau ketangkep gua cincang dia." Pagi pagi betul dia bergegas pergi keluar dari rumah, sepeda Gazella ia kayuh dengan gagahnya menuju tempat di mana ada orangtua yang biasa diajak konsultasi, ya kyai sapi'i seorang kyai kharismatik. Pembawaanya biasa saja, bersahaja, sederhana tidak terlihat seperti kyai pada umumnya, tidak membuat orang canggung maupun segan dengan beliau sehingga permasalahan bisa tersampaikan dengan detail tanpa takut ditutup tutupi. "Jadi begini pak kyai, sudah tiga hari ini ada saja yang hilang, kalau ikan asin sih sillakan saja, nah ini kepingan emas." Kata subono mengebu gebu. "O begitu, ya mungkin itu pencuri, kalau ketemu tangkep saja." "Ah pak kyai ya tau kalau yang mencuri ya jelas pencuri, maksud saya tau siapa dia? Apa yang harus saya amalkan pak kyai." desak Subono "Ooh gitu, yang pertama kamu harus rajin sodakoh kepada orang yang tidak minta kepadamu, kedua kamu har...

Pantaskah...

Tak sesuci yang kau kira Tak sedekat yang kau sangka Kulit tak dapat mengeksplorasi isi Cukup khusnudhon sangkaan tak akan terbebani Intensitasmu membawa ke arah angkuhmu Kedekatanmu membuat “rasa” itu berubah jadi “merasa” Angkuhmu menutupi etika kesopanan terhadap mereka yang jauh Sikapmu membuat yang jauh menjadi rendah dihadapanmu Tak begitu berpengaruh pada sang kekasih hati Tidak ada masalah yang menjadi “sesuatu” Semua sederhana, mengalir begitu saja tak ada yang penting-penting amat Rumit jadi sederhana, tidak ada sesuatu yang begitu serius Apakah dekat dengan kekasih ada jaminan masuk syurga? Tingkah laku aneh sang kekasih tak sanggup diterjemahkan Semua tentang kekasih hati ditelan mentah-mentah Kedekatannya membuat mata jadi buta, telinga tak sanggup mendengar Akalmu tak sehat lagi, kamu mabuk, kamu sudah gila Tak bisa mencapainya bahkan tak dapat mengunyah  Ada yang harus difilter tapi kamu tidak sanggup mengambil sikap Takut dengan kutukan sang kekasih hati...