Langsung ke konten utama

Tak Perlu Rodi



Kerja! kerja! Kerja!  menjadi slogan pemerintah sekarang, bolehlah untuk menyemangati rakyatnya agar tak hanya bepangku tangan atau rebahan.

Namun slogan tersebut tidak bisa ditelan mentah-mentah, jangan sampai kita mengalami romusa atau rodi kerja tapi tak ada hasil kalaupun ada tak sebanding dengan tenaga yang mati matian kita keluarkan.

Kuli panggul dapat penghasilan dari kerja kerasnya, buruh pabrik juga bisa bangun rumah hasil kerja kerasnya, pedagang di pasar berangkat pagi pagi buta menjajakan dagangannya pulang menjelang senja itu juga dapat penghasilan.

Namun adakah yang berubah dari mereka? menjadi milyuner barangkali, atau jadi sultan yang kekayaannya melimpah? Kemungkinan ada karena semua karena kehendak Allah.

Namun mereka itu bekerja keras, benar benar tenaga yang mereka gunakan, namun tidak menggunakan siasat atau Strategi.

Maka kerja keras itu penting, namun harus cerdas juga agar tenaga kita tidak sia sia.

Coba kita mengaca pada enterpreneur sekarang mereka memangkas waktunya sehingga tak perlu berlama lama untuk bisa sukses, sehingga masih muda sudah menghasilkan, mereka tidak hanya berbekal tenaga namun lebih kepada strategi.

Jadi kerja keras harus cerdas, kerja cerdas juga harus dengan kerja keras. itu saja!

By Mohamad Gozali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buah dari Kepatuhan

"Gemes juga, penginnya nich kalau ketangkep gua cincang dia." Pagi pagi betul dia bergegas pergi keluar dari rumah, sepeda Gazella ia kayuh dengan gagahnya menuju tempat di mana ada orangtua yang biasa diajak konsultasi, ya kyai sapi'i seorang kyai kharismatik. Pembawaanya biasa saja, bersahaja, sederhana tidak terlihat seperti kyai pada umumnya, tidak membuat orang canggung maupun segan dengan beliau sehingga permasalahan bisa tersampaikan dengan detail tanpa takut ditutup tutupi. "Jadi begini pak kyai, sudah tiga hari ini ada saja yang hilang, kalau ikan asin sih sillakan saja, nah ini kepingan emas." Kata subono mengebu gebu. "O begitu, ya mungkin itu pencuri, kalau ketemu tangkep saja." "Ah pak kyai ya tau kalau yang mencuri ya jelas pencuri, maksud saya tau siapa dia? Apa yang harus saya amalkan pak kyai." desak Subono "Ooh gitu, yang pertama kamu harus rajin sodakoh kepada orang yang tidak minta kepadamu, kedua kamu har...

Pantaskah...

Tak sesuci yang kau kira Tak sedekat yang kau sangka Kulit tak dapat mengeksplorasi isi Cukup khusnudhon sangkaan tak akan terbebani Intensitasmu membawa ke arah angkuhmu Kedekatanmu membuat “rasa” itu berubah jadi “merasa” Angkuhmu menutupi etika kesopanan terhadap mereka yang jauh Sikapmu membuat yang jauh menjadi rendah dihadapanmu Tak begitu berpengaruh pada sang kekasih hati Tidak ada masalah yang menjadi “sesuatu” Semua sederhana, mengalir begitu saja tak ada yang penting-penting amat Rumit jadi sederhana, tidak ada sesuatu yang begitu serius Apakah dekat dengan kekasih ada jaminan masuk syurga? Tingkah laku aneh sang kekasih tak sanggup diterjemahkan Semua tentang kekasih hati ditelan mentah-mentah Kedekatannya membuat mata jadi buta, telinga tak sanggup mendengar Akalmu tak sehat lagi, kamu mabuk, kamu sudah gila Tak bisa mencapainya bahkan tak dapat mengunyah  Ada yang harus difilter tapi kamu tidak sanggup mengambil sikap Takut dengan kutukan sang kekasih hati...

Semarang Selalu Terkenang

  Sirine mengaung aung memekakan telinga menerobos lampu merah di jalanan yang begitu padat lalu lalang pengguna jalan pulang dari pekerjaannya. Sore itu semburat orange nampak menipis dari arah barat, mentari hanya sebatas kenangan dan datanglah suasana malam Adzan Maghrib berkumandang menyeru bagi mereka yang butuh ridho Allah. Wajah cantik seorang muslimah terlihat begitu gusar berdiri di halte menunggu bus Trans Jateng. Waktu bergulir begitu cepat Maghrib pun hilang berganti malam. Suasana kota Semarang malam itu bertabur sinar lampu merkuri terlihat menawan semenawan Naila sang gadis muslimah yang tidak kebagian bus kota. Dari arah kafe dekat halte ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Naila yang nampak mondar mandir kebingungan karena kemalaman di jalan. Tergerak hati sang pemuda menyambangi gadis muslimah, sekedar bertanya, dan menawarkan tumpangan. Curiga merangsak hati Naila untuk menolak tawaran sang pemuda yang berkalung salib itu. Walau begi...